Kamis, 09 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Senin, 08 Februari 2010 , 10:33:00

Para Anggota DPRD Kabupaten Pontianak berbincang usai sidang paripurna. (FOTO : Alfi Sandy/EQUATOR)
Berbagai cara sudah ditempuh. Tim sempat dibentuk dan beraudiensi ke Pemerintah pusat untuk penambahan alokasi dalam APBD.

MINIMNYA Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pontianak 2009, membuat sejumlah pejabat negeri Opu Daenag Menambon ini tersentak. Bahkan nada miring sempat terlontar dari beberapa pengkritisi daerah ini.

Pemerintah Pontianak dinilai terlena dalam hiruk-pikuknya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar pada akhir 2008 lalu hingga melupakan tugasnya membenahi APBD Kabupaten Pontianak 2009.

Bahkan ada pula yang menuding rendahnya APBD tersebut akibat kekalahan Incumbent dalam merebut kembali kursi bupati Pontianak. Terlepas dari isu tersebut, rendahnya APBD Kabupaten Pontianak sebenarnya akibat jumlah penduduk dan luas wilayah yang berkurang setelah pemekaran Kabupaten Kubu Raya.

Pemerintah pusat dalam hal ini panitia anggaran dan departemen keuangan Republik Indonesia tentu melakukan perhitungan pengucuran dana dengan melihat jumlah penduduk dan luas wilayah kabupaten ini. 

Dengan jumlah penduduk 215.306 jiwa dan luas wilayah 1277.9 km2, Kabupaten Pontianak hanya mendapatkan Dana Alokasi Umum Sebesar Rp 185 miliar. 
Walau anggaran sudah di sesuaikan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah, sepertinya pemerintahan ini masih belum bisa menerima.

Alasannya, dana sekecil itu tidak dapat berbuat banyak untuk membangun Kabupaten Pontianak.

Untuk membayar gaji pegawai Negeri Sipil saja pemerintah tidak sanggup. Pemerintah mesti melakukan pinjaman untuk menutupi membayar gaji 13 PNS ke Bank Pembangunan Daerah. 

Menurut beberapa kalangan di Kabupaten Pontianak. APBD Kabupaten Pontianak bisa saja di dongkrak. Caranya, dengan melakukan lobi untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana perimbangan lainnya.

Nah, berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Pontianak termasuk Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, rupanya tidak tinggal diam. Upaya untuk menekan minimnya keuangan daerah pun dilakukan.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Pontianak, yakni melakukan lobi ke Departemen Keuangan. Sementara dari pihak DPRD Kabupaten Pontianak, membentuk tim dan setelah terbentuk, pergi ke Jakarta untuk melakukan audiensi dengan Panitia Anggaran DPR-RI meminta adanya penambahan dana APBD Kabupaten Pontianak.

Hasilnya, walau dikatakan masih belum mencukupi, Kabupaten Pontianak mendapat kan kucuran dana perimbangan lain termasuk DAK sekitar Rp 40 miliar. Walau mendapatkan jatah DAK cukup signifikan, namun masih saja menuai persoalan.

DAK Kabupaten Pontianak ditetapkan dan diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor : 171.PMK/01/2008 tertanggal 13 November 2008 tentang penggunaan anggaran DAK Pendidikan 2009 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 3 tahun 2009 tentang petunjuk tekhnis DAK 2009, diklim oleh Kabupaten Kubu Raya kalau dana tersebut sebagian milik Kabupaten dari hasil pemekaran Kabupaten Pontianak.(bersambung)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    M3H7Z
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika