|
Senin, 08 Februari 2010 , 09:58:00
Pontianak. Amah, 58, warga Gang Teluk Air Siantan Hilir melaporkan suaminya Sulaiman, 62, ke polisi, karena melakukan penganiayaan, Sabtu(06/02) sekitar pukul 19.30. Amah dipukuli dengan menggunakan tangan kosong sehingga mengalami gangguan pada telinga.
Saat itu, Sulaiman ingin mengajak tidur bareng, tetapi dia tidak mau dengan ajakannya. Soalnya, Amah ingat suaminya pernah mukul dia. Kemudian, Amah dipaksa dan langsung dipukuli dengan menggunakan tangan kosong sampai dia mengalami luka memar. Kemudian, dia sempat melawannya.
Amah langsung keluar dan lari ke tempat anaknya bernama Yunida yang tidak jauh dari tempat kejadian. Lalu, Yunida heran dan langsung bertanya kepada ibunya. “Ibu ada apa?” tanya Yunida.
Kemudian, dia menjawab pertanyaan Yunida bahwa dia dipukuli ayahnya sendiri. Amah langsung berubah pikiran untuk melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 23.00 ke Polsek Pontianak Utara. Dia langsung diperiksa dan menyuruh Amah di-visum untuk membuktikan pemukulan terhadapnya.
Setelah melakukan pemeriksaan, Amah kembali ke Polsek Pontianak Utara untuk mengembalikan hasil visum. Diapun benar-benar mengalami luka memar di bagian pipi kanan. Kemudian, Sulaiman diambil untuk diproses perbuatan yang dilakukan terhadap Amah.
Menurut keterangan Sulaiman, dia mengajak dengan secara baik- baik, bukan dengan paksaan. Dia sudah sebelas hari tidak tidur bareng sama istrinya, karena dia selalu marah dengan kondisi suaminya yang jarang bekerja. Kemudian, dia lebih mengalah dan tidur di atas loteng.
“Saya dengan istri mengajak dengan cara baik-baik. Tetapi dia selalu marah, karena sudah berapa hari ini saya tidak bekerja. Hampir setiap hari dia mengomeli dan memaksa untuk mencari pekerjaan,” cerita Sulaiman kepada Equator.
Dia selama ini bekerja bangunan di salah satu sekolah SMK 5, tetapi saat ini masih belum ada yang diperbaiki. Untuk sementara, Sulaiman masih menunggu panggilan dan diam di rumah. Amah tidak tinggal diam dan selalu memaksa suaminya mencari pekerjaan. (sul)
|