Jum'at, 10 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Senin, 08 Februari 2010 , 09:20:00

PONTIANAK. Diprediksikan, ratusan hingga ribuan guru pensiun pada 2010 dan 2011. Untuk mengantisipasi kekurangan guru akibat pensiun tersebut, dapat ditempuh dengan mengangkat guru honor atau tenaga kontrak menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Antisipasinya bisa dengan mengangkat guru honor dan tenaga kontrak yang sudah sekian tahun mengabdi,” kata Lensus Kandri SH MH, Kepala Badan Kepegawai Daerah (BKD) Kalbar ditemui di DPRD Kalbar, baru-baru ini.

Pengangkatan guru honor dan tenaga kontrak menjadi PNS tersebut, kata Lensus, merupakan dorongan yang disampaikan DPR-RI kepada eksekutif pusat. “Kita pun sudah menyampaikan hal itu ke pusat dan mereka sudah mengetahui ancaman kekurangan guru akibat pensiun itu,” katanya.

Tetapi, kata Lensus, bagaimana pun juga pengangkatan PNS tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. Oleh karenanya, kini eksekutif dan legislatif pusat sedang membahasnya. “Kita tunggu saja hasil kebijakannya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Drs Akim MM mengungkapkan, berdasarkan data sementara yang dipegangnya, guru pensiun di Kalbar pada tahun ini sekitar 220 orang. Sementara tahun depan sekitar 300 orang guru yang habis masa tugasnya. “Ini masih bukan data keseluruhan, karena masih ada beberapa data dari kabupaten yang belum masuk ke provinsi,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, Landak merupakan salah satu kabupaten yang belum menyerahkan data guru yang akan pensiun itu. “Saya dengar di Landak ada sekitar seribu guru yang akan pensiun, tetapi kita belum menerima data resminya,” kata Akim.

Dikarenakan masih banyak kabupaten yang belum menyerahkan data guru yang akan pensiun, Akim mengharapkan kabupaten tersebut segera menyusun daftarnya.
Selanjutnya, tambah dia, daftar guru yang akan pensiun tersebut disampaikan ke Pemerintah Pusat melalui BKD Kalbar. “Sebaiknya jauh-juah hari sudah diusulkan ke pusat, agar pusat mengetahui kondisi kekurangan guru di Kalbar,” saran Akim.

Hal senaga diutarakan Juru Bicara Fraksi Hanura DPRD Kalbar, Soemitro. Menurutnya, guru yang diangkat sekitar 1970-an tidak lama lagi akan pensiun, tahun ini atau tahun depan. “Oleh karenanya, antisipasi kekurangan guru harus dilakukan sedini mungkin,” harapnya. (dik)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U5X5H
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika