|
Senin, 08 Februari 2010 , 09:20:00
PONTIANAK. Diprediksikan, ratusan hingga ribuan guru pensiun pada 2010 dan 2011. Untuk mengantisipasi kekurangan guru akibat pensiun tersebut, dapat ditempuh dengan mengangkat guru honor atau tenaga kontrak menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Antisipasinya bisa dengan mengangkat guru honor dan tenaga kontrak yang sudah sekian tahun mengabdi,” kata Lensus Kandri SH MH, Kepala Badan Kepegawai Daerah (BKD) Kalbar ditemui di DPRD Kalbar, baru-baru ini.
Pengangkatan guru honor dan tenaga kontrak menjadi PNS tersebut, kata Lensus, merupakan dorongan yang disampaikan DPR-RI kepada eksekutif pusat. “Kita pun sudah menyampaikan hal itu ke pusat dan mereka sudah mengetahui ancaman kekurangan guru akibat pensiun itu,” katanya.
Tetapi, kata Lensus, bagaimana pun juga pengangkatan PNS tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. Oleh karenanya, kini eksekutif dan legislatif pusat sedang membahasnya. “Kita tunggu saja hasil kebijakannya,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Drs Akim MM mengungkapkan, berdasarkan data sementara yang dipegangnya, guru pensiun di Kalbar pada tahun ini sekitar 220 orang. Sementara tahun depan sekitar 300 orang guru yang habis masa tugasnya. “Ini masih bukan data keseluruhan, karena masih ada beberapa data dari kabupaten yang belum masuk ke provinsi,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, Landak merupakan salah satu kabupaten yang belum menyerahkan data guru yang akan pensiun itu. “Saya dengar di Landak ada sekitar seribu guru yang akan pensiun, tetapi kita belum menerima data resminya,” kata Akim.
Dikarenakan masih banyak kabupaten yang belum menyerahkan data guru yang akan pensiun, Akim mengharapkan kabupaten tersebut segera menyusun daftarnya.
Selanjutnya, tambah dia, daftar guru yang akan pensiun tersebut disampaikan ke Pemerintah Pusat melalui BKD Kalbar. “Sebaiknya jauh-juah hari sudah diusulkan ke pusat, agar pusat mengetahui kondisi kekurangan guru di Kalbar,” saran Akim.
Hal senaga diutarakan Juru Bicara Fraksi Hanura DPRD Kalbar, Soemitro. Menurutnya, guru yang diangkat sekitar 1970-an tidak lama lagi akan pensiun, tahun ini atau tahun depan. “Oleh karenanya, antisipasi kekurangan guru harus dilakukan sedini mungkin,” harapnya. (dik)
|