|
Senin, 08 Februari 2010 , 09:06:00
KETAPANG. Ketua DPD partai Golkar Ketapang, Yasyir Ansyari terpilih sebagai calon bupati Ketapang dari Partai Golkar periode 2010-2015. Dia berpasangan dengan Martin Rantan. Yasyir lolos setelah menyingkirkan lima balon bupati dari Partai Golkar.
Dipilihnya Yasyir sebagai calon bupati dari partai tersebut dibenarkan oleh Plt DPD Golkar Ketapang, Syamsidi. Ketika dikonfirmasi via HP, Minggu (7/2), Syamsidi mengatakan Yasyir Ansyari dipandang layak setelah pusat melihat hasil survei dan dukungan yang diperoleh pasangan tersebut.
Yasyir dinilai mempunyai pengaruh di masyarakat. Selain itu, ia juga mempunyai kekuatan finansial.
“Pak Yasyir dianggap mempunyai kemampuan. Selama ini beliau telah memimpin beberapa perusahaan yang cukup termasuk pertambangan yang dapat menyerap tenaga kerja. Beliau juga mempunyai kemampuan finansial yang cukup untuk maju sebagai calon bupati,” terang Syamsidi.
Dikatakan Syamsidi, dukungan terhadap majunya Yasyir Ansyari sebagai cabup dari Golkar telah terlihat dari rapat pleno diperluas, 22 Januari lalu. Sebanyak 17 pimpinan kecamatan (PK) menyatakan secara spontan dukungan mereka kepada Yasyir. Meski demikian bukan berarti tiga PK lainnya tak mendukung.
Menurutnya terpilihnya Yasyir sebagai calon Bupati Ketapang telah didukung oleh semua pimpinan kecamatan.
“Tiga pimpinan kecamatan itu juga mendukung beliau (Yasyir, red). Memang dalam partai Golkar, ketua DPD diprioritaskan untuk maju sebagai calon,” terangnya.
Demikian halnya dengan pasangan Yasyir, Martin Rantan. Kapasitas Martin sebagai ketua Dewan Adat Dayak diharapkan mampu mendulang suara di pemilukada 19 Mei mendatang.
Syamsidi menegaskan dipilihnya Martin sebagai pasangan Yasyir Ansyari bukan atas kemauan Yasyir. Tapi merupakan ketentuan pusat setelah melihat survei dan dukungan terhadap Martin.
“Pasangan ini sudah cocok. Pak Martin sebagai sekretaris partai sekaligus ketua DAD. Yasyir sebagai calon yang mewakili muslim, sedangkan Pak Martin mewakili non muslim,” ujarnya.
Dengan terpilihnya pasangan Yasyir-Martin, Syamsidi mengaku optimis bakal menang. Pasalnya, mesin politik partai Golkar akan berjalan. Ia juga menegaskan mesin politik partai telah tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Ketapang. “Mesin politik kami (Golkar, red) sudah tersebar sampai ke tataran paling bawah,” imbuhnya.
Golkar dan PDIP saingan terberat
Selaku partai besar, Golkar dan PDIP tentunya mempunyai mesin politik yang canggih dan pengaruh yang sangat kuat. Kedua partai tersebut dinilai menjadi pesaing berat bagi para calon dari partai lain. Hal tersebut diakui oleh Jamhuri Amir, calon bupati dari Partai Hanura.
“Secara rasional saingan terberat nantinya dari Golkar dan PDIP. Mereka punya mesin politik yang menjangkau hingga ke lapisan bawah,” kata Jamhuri.
Meski demikian Jamhuri yang berpasangan dengan AR Mecer dari Partai Demokrat tak patah semangat. Ia mengaku akan bertanding secara fair dan sesuai dengan ketentuan undang-undang. Siap menang siap kalah. Jamhuri tegas-tegas mengatakan akan mendaftar di hari ketiga pembukaan pendaftaran, 10 Februari. “Kemungkinan sekitar pukul 09.00,” ujarnya. (KiA)
|