Bupati Kayong Utara Hildi Hamid (keempat dari kiri) saat memberikan pengarahan, dalam rapat pembahasan membuat perencanaan kerjasama dalam perdagangan karbon, Kamis (4/2) lalu. (FOTO : Humas Pemkab Kayong Utara)
“Memimpikan Kayong Utara dikenal di mata dunia Internasional dengan terwujudnya kemajuan pembangunan berbasis Penyelamatan Bumi, menjadi ilustrasi tanpa rekayasa. Segala potensi sumber daya alam yang dimiliki merupakan embrio mewujudkan impian. Maka dengan membangun Power Kemitraan adalah pondasi kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Hildi Hamid.
SUKADANA. Kekhawatiran manusia terhadap pemanasan global mengharuskan setiap Negara mencari solusi dalam upaya mengatasi persoalan tersebut. Kayong Utara, daerah otonom baru secara geografis sebagian besar hutan lindung dan gambut dengan kondisi karbon potensial, menjadikan daerah ini berpotensi menyelamatkan planet Bumi dari kerusakan, akibat perilaku hidup manusia buruk.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, menurut Bupati Kayong Utara Hildi Hamid saat memberikan arahan dalam rapat pembahasan, kerjasama membuat perencanaan dalam perdagangan karbon, Kamis (4/2), di Hotel Mahkota Kayong Sukadana.
Ia mengatakan, “Kita perlu membangun kemitraan yang baik kepada semua pihak yang terkait, dalam rangka menyelamatkan planet Bumi ini dari dampak pemanasan global. Melalui suatu hubungan kerjasama dalam bentuk perdagangan.”
Namun dari rencana yang akan dibangun melalui action plan carbon (rencana aksi karbon), kata Hildi, tentunya efek dari perdagangan karbon ini secara keseluruhan harus menyentuh kepada kepentingan masyarakat pada umumnya, dan khususnya warga Kabupaten Kayong Utara (KKU). Di mana saat ini juga sedang melakukan perubahan untuk mengisi pembangunan di berbagai bidang.
“Sebelum melangkah lebih jauh dalam konteks mengenai untung dan ruginya, hal ini merupakan syarat yang paling utama harus dipenuhi,” lanjut Hildi.
Secara global setiap proyek atau upaya yang dilakukan untuk membangun KKU, harus mengarah pada terciptanya lapangan pekerjaan, jaminan peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, dan adanya penegakan hukum serta bisa menarik investor sebanyak-banyaknya.
“Karena segala potensi yang ada di KKU adalah harta dan kekayaan yang harus dinikmati masyarakat itu sendiri. Kita sebagai aparatur pemerintah dan abdi masyarakat mempunyai tugas dan tanggungjawab mengatur dan mengelolanya, untuk kesejahteraan masyarakat,” ajak Bupati Hildi Hamid.
Oleh karena itu, imbuhnya, dengan terciptanya kebijakan-kebijakan yang professional. “Adanya bottom-up planning (rencana dari bawah, red), terjadinya peningkatan kapasitas, terbangunnya infrastruktur yang baik dan berkualitas, terbuka lebarnya lapangan pekerjaan,” kupas Hildi.
Kemudian, sambungnya, jaminan terhadap peningkatan sumberdaya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, menjadi solusi untuk peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat. Sehingga tidak ada lagi istilah daerah tertinggal dan terisolir.
Menyelamatkan Bumi ini dari kepunahan akibat perilaku hidup manusia yang kurang memiliki kesadaran arti pentingnya bersahabat dengan alam, merupakan kewajiban, tugas dan tanggungjawab semua pihak, tanpa terkecuali untuk menjaga dan melestarikannya.
“Karena manusia sebagai khalifah (pemimpin, red) di muka Bumi ini memegang peranan penting, guna memikirkan keberlangsungan usia Bumi, demi kepentingan anak-cucu kita di masa mendatang,” pungkasnya. (TAS/lud)