Pasukan paramiliter Tiongkok yang baru saja direkrut dilatih para seniornya. NATO ingin merangkul Tiongkok selaras peningkatan jumlah dan teknologi militer Tiongkok. (FOTO : Reuters)
Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen meminta NATO meningkatkan hubungan dengan negara-negara seperti Tiongkok, India dan Rusia. Rasmussen juga mengusulkan agar pakta pertahanan ini diubah menjadi forum konsultasi keamanan global.
Usul ini disampaikan Rasmussen dalam konferensi keamanan di kota Munchen di Jerman yang berakhir, Minggu (8/2). Selama ini kerja NATO terfokus ke Afghanistan dan ini bisa dipahami karena ada persoalan yang harus diselesaikan.
Sekjen NATO mengatakan pelajaran yang dapat diambil dari Afghanistan di antaranya adalah perlunya kerja sama dengan beberapa negara di luar NATO. Rasmussen menegaskan terdapat 16 negara bukan anggota NATO yang mendukung misi militer pimpinan NATO di Afghanistan.
Salah satu di antaranya adalah Pakistan. Tetapi Rasmussen juga mengusulkan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara lain.
Peran baru
"Afghanistan yang stabil penting bagi India dan Cina. Kedua negara ini bisa membantu Afghanistan. Demikian juga dengan Rusia," ujar Rasmussen. Dalam kesempatan ini ia bertanya apakah akan ada dampak negatif dari peningkatan hubungan NATO dan tiga negara tersebut.
Rasmussen mengatakan untuk bisa mengatasi ancaman keamanan modern, harus ada keterlibatan para pemain utama dunia secara lebih aktif dan sistematis. Untuk bisa mewujudkan harapan ini, NATO harus menjadi pusat jaringan kemitraan dan konsultasi keamanan.
Dalam menjalankan fungsi ini, jelas Rasmussen, bukan berarti NATO nantinya akan bersaing dengan PBB. Namun tetap saja ada pihak yang bertanya-tanya, apakah dengan usul ini NATO mencari peran baru di masa depan. (bbc/xinhua/interfax/aljazeera/q)