Jum'at, 10 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Kamis, 04 Februari 2010 , 15:04:00

HANGZHOU. Sepuluh pekerja migran Tiongkok tinggal di sebuah toilet umum di kota Hangzhou, seperti dilaporkan media lokal.

Keras dugaan bahwa mereka sudah tinggal di sana selama beberapa bulan, dan toilet itu sekarang sudah dilengkapi dengan satu tempat tidur, fasilitas memasak dan sebuah televisi.

Salah seorang perempuan yang menempati toilet itu mengatakan ia tidak mampu menyewa kamar atau mencukupi biaya hidup.

Para wartawan mengatakan berita itu menyoroti kondisi hidup serta upah yang amat rendah yang diterima oleh banyak buruh di Tiongkok.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat telah mendatangkan perubahan besar di negara itu namun banyak pekerja migran hidup morat-marit.

Tiongkok memperkirakan 20 juta pekerja migran pindah dari daerah-daerah pedesaan yang miskin untuk mendapatkan pekerjaan di berbagai kota yang berkembang cepat dan menjadi pusat industri manufaktur.
Bau pesing

Seorang perempuan bernama Ai, yang tinggal di toilet wanita, mengatakan kepada Zhejiang Morning Express bahwa dia harus membiasakan dengan bau pesing.

"Tapi yang paling tidak menyenangkan adalah kenyataan bahwa kompor dan panci untuk memasak milik saya sudah berkali-kali dicuri orang," tambahnya.

Teman Ai, Wang Yuhua, tinggal di toilet pria.

"Tikus berkeliaran di mana-mana, dan ini sangat tidak menyenangkan," katanya.

Warga Hangzhou dilaporkan bersimpati atas nasib malang para pekerja migran ini dan pada umumnya berusaha untuk tidak memakai fasilitas umum itu.

Tapi masih ada sebagian warga yang tampaknya terkejut melihat penghuni baru toilet tersebut.

"Saat saya lari ke dalam untuk menggunakan toilet itu, saya sangat terkejut melihat beberapa orang sedang duduk berkumpul sambil ngobrol dan melakukan sesuatu," kata Du kepada surat kabar itu.

Salah seorang pekerja migran juga mengatakan bahwa salah seorang temannya agak cemburu kepadanya karena dia bisa tinggal di toilet tanpa harus membayar sewa.

Namun juru bicara pemerintah daerah memperingatkan: "Dilarang tinggal di dalam toilet, karena toilet itu disediakan untuk kepentingan umum." (bbc/nbc/voa/jpnn)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U5X5H
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika