|
Kamis, 04 Februari 2010 , 14:48:00
Washington. Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertekad lebih keras menekan Tiongkok agar negeri itu membuka pasarnya untuk produk-produk AS.
Kepada para senator Partai Demokrat, Obama menggunakan istilah "tekanan berkala" atas Tiongkok dan negara-negara lain untuk mematuhi perjanjian perdagangan dengan AS.
Namun, Obama mengatakan dia tidak bermaksud untuk menutup diri dari Tiongkok, dia bahkan menegaskan "adalah sebuah kesalahan jika AS menarik diri dari pasar Tiongkok".
Hubungan antara AS dan Tiongkok belakangan memburuk akibat keputusan AS menjual senjata kepada Taiwan.
Buruknya hubungan kedua negara diperparah dengan berita tentang serangan dari Tiongkok terhadap situs web yang dikelola Amerika serta rencana kunjungan pemimpin Tibet Dalai Lama ke negeri Paman Sam.
Soal kunjungan Dalai Lama ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Ma Zhaoxu sudah memperingatkan Presiden Obama bahwa pertemuan dengan pemimpin Tibet itu akan merusak hubungan kedua negara.
"Kami mendesak pemerintah AS untuk lebih sensitif menyikapi isu Tibet, lebih hati-hati bersentuhan dengan hal-hal yang berkaitan dengan masalah Tibet dan menghindari hubungan bilateral yang lebih buruk," tandas Ma Zhaoxu.
Dalam rapat dengan anggota senat Partai Demokrat itu, para senator menanyakan apakah Presiden Obama akan memutus hubungan dagang dengan Tiongkok akibat perselisihan berkepanjangan ini.
Menjawab pertanyaan itu, Presiden Obama mengatakan dia akan terus berupaya meyakinkan Tiongkok dan negara-negara lain agar mematuhi perjanjian dagang yang sudah dibuat dengan AS.
"Pendekatan yang akan kita ambil adalah berupaya lebih keras menjalankan aturan yang sudah ada, melakukan tekanan berkala kepada Tiongkok dan negara-negara lain untuk tetap membuka pasar mereka dengan dasar saling menguntungkan," kata Obama.
Meski akan mencoba bertindak lebih tegas, Obama tidak ingin Amerika Serikat menarik diri dari pergaulan internasional.
"Masa depan Amerika Serikat akan sangat tergantung pada kemampuan kita menjual produk negeri ini ke seluruh dunia. Dan Tiongkok tetap menjadi salah satu pasar terbesar Amerika," tandasnya.
Obama juga menekankan nilai tukar uang dunia akan terus dipantau demi memastikan negara-negara mitra dagang Amerika tidak mendapat keuntungan yang dinilai tidak adil, akibat nilai tukar dolar.
Wartawan BBC di Washington DC Imtiaz Tyab mengatakan Presiden Obama tidak secara spesifik menyebut mata uang Yuan Tiongkok, namun pemerintah AS sudah sejak lama menekan Beijing agar mengatur nilai tukar uang negara itu. (xinhua/bbc/jpnn)
|