Jum'at, 10 September 2010
Hot Topics >>
LOGIN    |    REGISTER    |    FORGET PASSWORD
 
 
   
Kamis, 04 Februari 2010 , 14:48:00

Washington. Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertekad lebih keras menekan Tiongkok agar negeri itu membuka pasarnya untuk produk-produk AS.

Kepada para senator Partai Demokrat, Obama menggunakan istilah "tekanan berkala" atas Tiongkok dan negara-negara lain untuk mematuhi perjanjian perdagangan dengan AS.

Namun, Obama mengatakan dia tidak bermaksud untuk menutup diri dari Tiongkok, dia bahkan menegaskan "adalah sebuah kesalahan jika AS menarik diri dari pasar Tiongkok".

Hubungan antara AS dan Tiongkok belakangan memburuk akibat keputusan AS menjual senjata kepada Taiwan.

Buruknya hubungan kedua negara diperparah dengan berita tentang serangan dari Tiongkok terhadap situs web yang dikelola Amerika serta rencana kunjungan pemimpin Tibet Dalai Lama ke negeri Paman Sam.

Soal kunjungan Dalai Lama ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Ma Zhaoxu sudah memperingatkan Presiden Obama bahwa pertemuan dengan pemimpin Tibet itu akan merusak hubungan kedua negara.

"Kami mendesak pemerintah AS untuk lebih sensitif menyikapi isu Tibet, lebih hati-hati bersentuhan dengan hal-hal yang berkaitan dengan masalah Tibet dan menghindari hubungan bilateral yang lebih buruk," tandas Ma Zhaoxu.

Dalam rapat dengan anggota senat Partai Demokrat itu, para senator menanyakan apakah Presiden Obama akan memutus hubungan dagang dengan Tiongkok akibat perselisihan berkepanjangan ini.

Menjawab pertanyaan itu, Presiden Obama mengatakan dia akan terus berupaya meyakinkan Tiongkok dan negara-negara lain agar mematuhi perjanjian dagang yang sudah dibuat dengan AS.

"Pendekatan yang akan kita ambil adalah berupaya lebih keras menjalankan aturan yang sudah ada, melakukan tekanan berkala kepada Tiongkok dan negara-negara lain untuk tetap membuka pasar mereka dengan dasar saling menguntungkan," kata Obama.

Meski akan mencoba bertindak lebih tegas, Obama tidak ingin Amerika Serikat menarik diri dari pergaulan internasional.

"Masa depan Amerika Serikat akan sangat tergantung pada kemampuan kita menjual produk negeri ini ke seluruh dunia. Dan Tiongkok tetap menjadi salah satu pasar terbesar Amerika," tandasnya.

Obama juga menekankan nilai tukar uang dunia akan terus dipantau demi memastikan negara-negara mitra dagang Amerika tidak mendapat keuntungan yang dinilai tidak adil, akibat nilai tukar dolar.

Wartawan BBC di Washington DC Imtiaz Tyab mengatakan Presiden Obama tidak secara spesifik menyebut mata uang Yuan Tiongkok, namun pemerintah AS sudah sejak lama menekan Beijing agar mengatur nilai tukar uang negara itu. (xinhua/bbc/jpnn)
 
 
(0) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
    U5X5H
   
 
   
  + Other News / Category     
 
   
Home Mingguan Utama Bisnis Analisa Patroli Lintas Barat Lintas Utara Lintas Selatan Lintas Timur
Our network :
Jawa Pos - Batam Pos - Fajar - Sumatera Ekspres - Pontianak Post - Radar Banjarmasin - Kaltim Post - Post Metro Balikpapan - Samarinda Pos - Radar Tarakan
Kalteng Pos - Radar Sampit - Tabloid Nurani - Oto Trend - Rakyat Merdeka - Tabloid Nyata - Radar Surabaya - Indo Pos - Radar Tasikmalaya - Radar Banten
Palembang Pos - Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh - Radar Sulteng - Palopo Pos - Pare Pos - Ujung Pandang Ekspres - Equator
Metro Pontianak - Metro Singkawang - Kapuas Post - Kun Tian Ri Bao - Radar Tuba - Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Tegal - Radar Palembang
Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus - Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu - Jambi Independent - Riau Pos
Pekanbaru Pos - Dumai Pos - Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos - Lombok Post - Manado Post - Malut Post - Gorontalo Post
Berita Kota Makassar - Kendari Pos - Kendari Ekspres - Ambon Ekspres - Cenderawasih Pos - Radar Sorong - Radar Timika